Gemini Generated Image 18m82r18m82r18m8 scaled

Review Samsung Galaxy A57: Reka Bentuk Menawan, Prestasi Kekal Santai

Review Samsung Galaxy A57: Terlalu Nyaman di Posisi Raja, Tapi Minim Inovasi?

Samsung seri Galaxy A5 selalu menjadi primadona di kelas menengah (mid-range). Tahun ini, kehadiran Samsung Galaxy A57 sangat dinantikan oleh banyak orang. Namun, apakah peningkatan yang dibawa cukup untuk membuat kita berdecak kagum, atau justru Samsung mulai “terlena” dengan dominasinya?

Dalam ulasan terbaru dari kanal GadgetIn, David menyatakan bahwa Samsung Galaxy A57 terasa seperti perangkat yang sangat matang secara desain, namun cenderung “santai” di sektor spesifikasi internal. Mari kita bedah apa saja yang baru dari ponsel ini.


Desain: Juara dalam Hal Kenyamanan di Tangan

Satu aspek yang paling menonjol dan menjadi peningkatan utama pada Samsung Galaxy A57 adalah sektor fisik. Samsung benar-benar fokus membuat ponsel ini lebih enak dipegang dan lebih cantik dipandang.

  • Bobot Lebih Ringan: Beratnya kini hanya 180 gram, atau sekitar 10% lebih ringan dibanding generasi sebelumnya.

  • Bodi Super Tipis: Ketebalannya kini hanya 6,9 mm. Meski terdengar kecil, perbedaan tipis ini sangat terasa saat ponsel berada di genggaman atau saku celana.

  • Bezel Tipis yang Estetik: Penantian panjang penggemar seri A5 berakhir sudah. Bezel layar kini jauh lebih tipis dan mepet ke frame, memberikan kesan modern yang mendekati seri flagship.

  • Durabilitas Flagship: Dilengkapi kaca pelindung Gorilla Glass Victus Plus dan rating tahan air IP68. Kini ponsel ini bisa “menyelam” lebih dalam hingga 1,5 meter selama 30 menit.


Performa: Upgrade yang “Tidak Menggairahkan”

Di sektor jeroan, Samsung Galaxy A57 ditenagai oleh chipset Exynos 1680. Secara angka, memang ada peningkatan skor benchmark dibanding Exynos 1580, namun secara teknologi tidak ada lompatan besar.

Untuk performa gaming, ponsel ini masih terasa biasa saja. Belum bisa menyentuh angka 120 FPS secara stabil di game ringan seperti MLBB, dan suhu mesin bisa mencapai 47-48 derajat Celsius saat dipaksa menjalankan game berat seperti Genshin Impact. Meski sistem pendinginnya diklaim lebih luas, efeknya tidak terlalu signifikan pada performa nyata.


Kamera dan Baterai: Masih Menggunakan Resep Lama

Bagi Anda yang mengharapkan perubahan besar pada sektor kamera, Anda mungkin sedikit kecewa. Konfigurasi kamera Samsung Galaxy A57 masih sama persis dengan pendahulunya: kamera utama 50MP, ultrawide 13MP, dan makro 5MP.

Tidak ada lensa telefoto di sini. Karakter warnanya tetap khas Samsung; cerah namun sedikit datar. Satu-satunya perbaikan yang terasa adalah transisi zooming saat merekam video yang kini jauh lebih mulus tanpa ada efek “kejutan” atau patah-patah.

Untuk baterai, kapasitas 5.000 mAh dengan pengisian daya cepat 45W tetap dipertahankan. Daya tahannya standar, bisa bertahan seharian untuk penggunaan normal, namun tidak ada yang istimewa.


Kesimpulan: Layakkah Dibeli Sekarang?

Samsung Galaxy A57 adalah pilihan yang “aman”. Ponsel ini sangat cocok bagi Anda yang mengutamakan desain cantik, bodi ringan, kenyamanan genggaman, serta jaminan update software hingga 6 tahun ke depan.